Kepanjen – Arema FC memang lolos ke babak delapan besar Piala Presiden 2018 usai setara melawan Bhayangkara FC. Mental para pemain Singo Edan masih disorot tim pelatih.

Arema bermain setara tanpa gol melawan Bhayangkara FC dalam pertandingan terakhir Grup E Piala Presiden 2018. Arema bertekuk lutut dominan dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang itu.

Soccerway mencatat bahwa Arema melakukan penguasaan bola 45 persen. Mereka bermain efektif dengan membukukan lima tembakan on target.

Pelatih Arema, Joko Susilo, masih belum puas dengan performa tim asuhannya. Kurang tenangnya pemain Arema berdampak pada penyelesaian peluang yang tidak efektif.

“Pemain masih saja kacau, belum tenang. Apalagi saat memegang bola,” kata Joko usai pertandingan, Selasa (30/1/2018), malam.

“Sebenarnya tidak ada masalah. Tapi mental memang mempengaruhi, pemain jadi tak tenang,” dia menambahkan.

Arema akan kehilangan dua pemain asingnya di pertandingan pertama babak delapan besar. Laga-laga itu akan berlangsung di Stadion Manahan, Solo.

“Di Solo nanti, Artur dan Thiago absen karena akumulasi kartu,” Joko mengungkapkan.

Arema mendapat kritik dari kubu Bhayangkara FC karena permainan keras yang diperagakan. Joko pun memberikan tanggapan atas keluhan itu.

“Jika keras pasti ada hukuman atau pelanggaran dengan kartu. Itu wajar,” ungkapnya menjawab pertanyaan wartawan.

(cas/nds)



NO COMMENTS