Jakarta – Timnas Indonesia akan menghadapi Fiji di laga uji coba. Bagaimana kekuatan negara kepulauan di selatan Samudra Pasifik itu?

Pelatih Indonesia, Luis Milla, akan menggunakan 20 pemain senior untuk menghadapi Fiji dalam agenda FIFA Friendly Match di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu (2/9/2017). Sementara itu, sang lawan dikabarkan membawa 30 pemain yang sebagian besar pemain muda.

Fiji merupakan negara yang kualitas sepakbolanya bisa dibilang tak jauh beda dengan Indonesia. Jika merujuk dari ranking FIFA sampai saat ini, mereka berada di urutan ke-181, sementara Indonesia ada di posisi ke-175.

Menurut catatan Soccerway, Fiji sudah ant menang empat kali, setara tiga kali, dan unggul satu kali dalam delapan laga terakhir di seluruh kompetisi. Satu-satunya kemenangan mereka dapat dari negara Solomon Islands pada Mei lalu.

Nah, di laga melawan Indonesia ini, Fiji tidak mematok target unggul. Pelatih Christophe Gamel cuma mau anak asuhnya mengaplikasikan semua ilmu yang sudah dia kasih selama latihan.

“Tujuan kami adalah untuk melihat pemain ini melawan pemain profesional. Unggul, ant menang atau setara tidak masalah – saya ingin pemain menunjukkan apa yang telah diajarkan dan yang terpenting untuk mengukur standar mereka melawan pemain sepakbola profesional,” kata Gamel seperti dilansir Fiji times.

“Kami ingin menguasai dan mengontrol permainan dan itulah yang saya harapkan dari para pemain ini,” sambungnya.

Gamel juga menjelaskan bahwa dalam laga nanti dia akan mengharapkan peran Roy Krishna. Winger 30 tahun yang bermain di kompetisi A-Ligue bersama Wellington Phoenix FC itu merupakan salah satu pemain profesional di timnas Fiji.

“Roy pemain profesional, dan tidak ada masalah untuk menyatu dengan rekan-rekanya,” imbuh Gamel.

Laga melawan Fiji bukan untuk pertama kalinya untuk Indonesia. Pada 1981, keduanya sempat dua kali bertemu di babak Kualifikasi Piala Dunia dengan hasil setara 0-0 dan 3-3.

Di era 80-an Fiji negera yang sepakbolanya kerap membuat kejutan. Mereka terkadang bisa tampil oke, tapi bisa juga amburadul. Australia yang pada 1988 sempat mengalahkan Argentina 4-1 selaku juara Piala Dunia 1986, mendadak dikalahkan Fiji 0-1 dalam laga Kualifikasi Piala Dunia. Padahal, dalam sejarahnya Fiji selalu jadi lumbung gol Australia.

Di laga nanti, Indonesia tentu harus waspada dengan permainan Fiji. Apalagi Gamel sudah terbiasa melatih tim-tim muda saat di Prancis dan siap untuk mengaplikasikan taktiknya untuk timnas Fiji, yang dihuni sebagaian besar pemain muda.

(din/fem)

NO COMMENTS