Jakarta – Fase Piala Presiden 2018 telah selesai digelar. Organizing Committee (OC) Piala Presiden mengungkapkan bahwa total penjualan tiket mencapai Rp 9.919.970.000.

Fase grup Piala Presiden berlangsung di lima kota, yakni Bandung, Tenggarong, Surabaya, Bali, dan Malang. Bandung, yang merupakan tuan rumah Grup A, menjadi kota yang paling besar menyedot penonton.

[Gambas:Video 20detik]

Total ada 79.260 orang yang menyaksikan laga-laga dari pertandingan Persib Bandung, Sriwijaya FC, PSMS Medan, dan PSM Makassar. Pertandingan di hari kedua menjadi saat memuncaknya jumlah penonton di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Ketika itu ada 29.676 penonton yang hadir untuk menonton laga Sriwijaya FC vs PSM dan Persib vs PSMS.

Dari tiga pertandingan yang digelar, pertandingan-pertandingan di Bandung menghasilkan uang Rp 4.332.950.000 sebagai hasil penjualan tiket.

Grup B, yang dilangsungkan di Stadion Aji Imbut, menjadi yang paling sedikit jumlah penontonnya. Pertandingan yang melibatkan Mitra Kukar, Barito Putera, Kalteng Putra, dan Martapura FC itu cuma dihadiri 5.236 penonton saja. Total penjualan tiket sebesar Rp 114.820.000. Catatan dari grup ini adalah pada laga di hari pertama, panitia penyelenggara menggratiskan tiket.

Untuk Grup C yang berlangsung di Surabaya menyedot penonton sebanyak 73.525 orang. Total penjualan tiket sebesar Rp 2.941.000.000. Grup D total penjualan tiket sebesar Rp 1.308.550.000 dari kedatangan 25,673 penonton di Bali. Sementara itu, di Grup E yang berlangsung di Malang dihadiri 46.574 penonton dengan penjualan tiket sebesar Rp 1.222.650.000.

Dari Total 30 pertandingan yang berlangsung di fase grup, laga antara Persebaya Surabaya vs Madura United paling banyak dihadiri penonton dengan jumlah 50.000. Total pendapatan di laga itupun mencapai Rp 2.000.000.000.

Piala Presiden juga bukan cuma menghitung dalam hal penjualan tiket. Panitia juga merinci jumlah pedagang selama fase grup berlangsung.

Dari data yang diungkapkan ada 7.583 pedagang dari total lima kota tempat perhelatan. Total keuntungan pedagang selama babak penyisihan sebesar Rp 3.429.006.818 dengan rata-rata keuntungan 452.197.

Turnamen edisi ketiga sejak bergulir pada 2015 ini juga menghadirkan keuntungan yang besar untuk para klub yang terlibat. Setiap laga klub-klub mendapat match-fee Rp 125 juta untuk jika unggul di setiap laga fase grup, setara Rp 100 juta, dan tunduk Rp 75 juta.

Mitra Kukar dan Bali United menjadi klub yang paling banyak mengantongi match-fee dari pertandingan. Mereka meraup Rp 375 juta dari hasil sapu bersih laga di fase grup.

(ran/ran)



NO COMMENTS