Jakarta – Sebagai juara Liga 1, Bhayangkara FC mengaku belum menerima pembagian uang atas posisinya tersebut sesuai komitmen awal PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) sebagai operator.

Sebelum kompetisi dimulai, PSSI bersama operator sudah menyatakan bahwa tidak ada hadiah uang di kompetisi Liga 1 musim ini. Klub-klub hanya akan menerima uang berdasarkan dari hasil rating televisi dan urutan akhir di klasemen.

Akan tetapi, setelah kompetisi selesai klub-klub masih belum menerima pembagian uang tersebut. Termasuk Bhayangkara FC yang menyudahi kompetisi dengan berada di posisi teratas klasemen.

Menurut Manajer Bhayangkara FC AKBP Sumardji, pihaknya sudah mencoba menanyakan kepada operator dan PSSI. Tapi sejauh ini belum ada tanggapan berarti.

“Waktu pemaparan awal, akan ada pembagian uang sesuai rating dan rangking tapi sekarang kok tidak ada kabarnya. Kami sudah tanya tapi tidak ada yang jawab. Tidak disinggung sama sekali, kami tanya tapi dialihkan,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (28/12/2017).

“Waktu malam penghargaan, kami cuma menerima piala saja, itu pun tidak ada sama sekali dibahas (soal uang rating dan rangking) bagaimana ini, tidak sesuai komitmen awal. Kami sudah mempertanyakan secara lisan, tapi belum ada jawaban,” ucapnya.

Sehubungan dengan itu, Sumardji menegaskan masih akan menunggu iktikad baik dan pemenuhan komitmen awal dari operator. Apalagi klub juga punya tanggung jawab kepada para pemain.

“Kami akan tetap menunggu. Dari Liga bagaimana ini, harus ada kepastian, ada atau tidak. Kami akan segera berkirim surat kepada mereka, karena kasihan juga ini pemain-pemain sudah capek-capek tapi tidak dapat apa-apa,” katanya menambahkan.

(ads/krs)


NO COMMENTS