Bekasi – Bambang Pamungkas lega kegagalannya menuntaskan penalti tak harus dibayar mahal oleh Persija Jakarta. Ia lantas teringat insiden tak menyenangkan di tahun lalu.

Persija Jakarta berhasil meraih kemenangan perdananya di kandang di Liga 1 setelah mengalahkan Arema FC 2-0 di Stadion Patriot Candrabhaga, Jumata (2/6/2017) malam WIB. Seluruh gol yang lahir di pertandingan ini tercipta di babak pertama, lewat kaki Bruno Da Silva Lopes dan Rohit Chand di menit ke-23 dan 29.

Namun, ‘Macan Kemayoran’ sebetulnya punya kesempatan emas untuk mengubah skor menjadi 3-0 di babak kedua. Ketika itu, wasit memberi hadiah penalti untuk Persija setelah bola mengenai tangan pemain Arema.

Hanya saja kesempatan itu gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Bepe –sapaan akrab Bambang– selaku eksekutor di menit ke-53. Tapi Bepe masih merasa beruntung, kegagalan itu tak menodai hasil tim karena tetap unggul di akhir pertandingan.

Dia pun teringat insiden buruk saat terakhir kali dirinya gagal mengeksekusi penalti. Ketika itu dia gagal menyarangkan bola ke dalam gawang saat melawan Sriwijaya FC dalam laga Torabika Soccer Championship di Stadion Gelora Bung Karno pada 24 Juni 2016.

Persija menyerah 0-1 dan pertandingan harus berakhir ricuh setelah terjadi bentrokan antara para suporter dan aparat keamanan di tribun VIP Timur. Penyebabnya adalah ratusan suporter yang berusaha masuk ke dalam lapangan.

[Baca juga: Rusuh, Laga Persija vs Sriwijaya FC Dihentikan]

“Selamat untuk (Kurnia) Meiga. Inilah sepakbola. Terakhir saya gagal penalti lawan Sriwijaya, kami menyerah dan chaos,” kata Bepe dalam konferensi pers usai laga.

“Saya pikir apa yang terjadi saat ini tidak sedikitpun menodai kemenangan Persija, tapi bagaimana tim ini bisa unggul dan bikin semua orang bahagia. Tidak hanya The Jak, tapi pemain dan manajemen juga bahagia,” tambahnya.

(raw/raw)


NO COMMENTS