Jakarta – Arema FC merasa puas dengan penjadwalan Liga 1 musim ini. General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, menilai pemain punya jeda yang cukup untuk istirahat.

Liga 1 akan mulai bergulir pada 23 Maret mendatang. Laga pembuka akan mempertemukan Bhayangkara FC vs Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Setiap-setiap klub sudah sepakat dengan agenda yang dibuat oleh PT. Liga Indonesia Baru selaku operator. Ruddy menilai Arema FC mendapat agenda yang baik di musim ini.

“Arema yang penting recovery. Sesuai rekomendasi dokter, di mana-mana harus 3×24 jam, nah agenda ini parameternya sudah masuk,” kata Ruddy usai manajer meeting dengan PT LIB di Hotel Sultan, Rabu (15/3/2018) sore WIB.

“Ada juga perbandingan lainnya yang dulu di awal ada main malam, kini Arema kalau tidak salah mulai main malamnya cuma di bulan Ramadan. Setelah itu Arema main home dan away ada di malam dan sore. Tidak ada masalah,” imbuhnya.

Terkait waktu pertandingan, Ruddy menganggap itu bukan sesuatu yang penting-penting amat. Menurutnya, hal yang menentukan adalah pencapaian tim dan lawan yang dihadapi.

“Parameter di Arema itu banyak. Pertama itu pasti target dan prestasi Arema bagaimana, setelah itu lawan yang dihadapi bisa menjual atau tidak. Jadi, kami main malam itu belum tentu rugi. Kalau main jam 12 malam lawannya Persebaya pun pasti penuh,” sambungnya.

“April ada Piala Indonesia, mungkin saat itu baru terasa karena sebulan itu katanya bisa main dua kali (Piala Presiden). Kalau yang padat itu kami mungkin di periode Oktober, November, dan Desember, karena ada Piala AFF yang liga tetap berjalan. Tapi itu masih tetap dalam koridor tim dokter,” Ruddy menambahkan.

“Sebenarnya tim yang paling bermasalah itu pasti Persija dan Bali United karena dulu Arema pernah ikut Piala AFC. Tim yang tidak ikut apa-apa sepertinya tidak akan ada masalah. Selisihnya empat hari, satu (hari) perjalanan dan tiga (hari) lagi untuk istirahat. Itu tidak masalah,” tegasnya.

(ran/raw)



NO COMMENTS