Malang – Arema FC memerlukan cukup banyak pemain menghadapi Liga 1 musim depan. Pelatih Joko ‘Gethuk’ Susilo mengubah tim.

Arema finis pada urutan kesembilan pada LIga 1 musim ini. Tim yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan itu menuai 13 kemenangan dam 11 kali tumbang pada 34 laga yang dilakoni.

Berkaca pada hasil itu, Arema akan membangun tim yang kebih sip. Arema akan mendatangkan pemain-pemain top; empat penjaga gawang, empat bek, dan tiga pemain tengah, serta satu tambahan striker asing.

“Untuk nama-nama kami belum bisa ngasih tahu. Tetapi proses tengah berjalan untuk mengisi semua lini yang dibutuhkan,” kata Joko kepada wartawan di kantor Arema FC Jalan Kertanegara, Rabu (6/12/2017).

“Penjaga gawang kami butuh empat, semua masih proses. Jangan salah arti dengan mulai mencari,” mantan pemain Arema era Galatama itu menjelaskan.

“Untuk kanan ada Saiful Indra, kiri, stopper butuh asing satu. Juga mencari pasangan dari Bagas, sambil satu pemain memiliki pengalaman di sepakbola nasional, satu lagi mempunyai fighter dan pengalaman di Liga 1. Karena, Arema saya inginkan bermain menyerang dan bertahan. Itu gaya Arema sejak dulu,” Gethuk membeberkan.

“Sudah ada Atayev, mau satu lagi non Asia untuk mengisi playmaker atau pemain tengah serang asing juga. Ada Hendro sudah oke. Sekarang tinggal bicara lini depan dan striker,” ujarnya.

Untuk lini depan, Arema memiliki Dendi Santoso, Dedik Setiawan, dan M. Nasir. Joko bakal menambah satu amunisi lagi.

“Butuh satu pelapis depan, striker insyaalloh pemain ada, PSSI U-23, pemain Persela juga. Mana yang gak mantap, empat saya butuh penjaga gawang, empat di belakang ada enam. Dua bek kiri, dua bek kanan, empat stoper, sekarang hanya ada Artur Cunha, jadi delapan, ditambah ada asing, ada senior, ada lokal dengan karakter fighter,” dia menjelaskan.

Persiapan Fisik

Selain merekrut pemain, Joko bakal membangun tim yang memiliki fisik mumpuni. Dia mendatangkan pelatih fisik handal Dusan Momcilovic atau akrab disapa Dule.

“Mana yang gak mentereng, semua diakui. Maka itu tidak cukup dengan nama kendala besar adalah fisik. Saya mau 90 menit kuat bermain dengan gaya yang saya mau. Gaya Arema melawan bertahan, kalau tidak ada tenaga ya percuma,” dia menjelaskan.

Joko berjanji program tengah berjalan ini akan disampaikan kepada publik ketika mencapai 100 persen. Bagi dia, pra musim ini sudah seperti ajang kompetisi, bagaimana semua tim berlomba mencari pemain terbaik, dan bahkan ada yang saling menjatuhkan.

“Bagi saya ini sudah kompetisi, bagaimana mencari klub berebut pemain terbaik,” katanya.

Mewakili manajemen, Media Officer Arema FC, Sudarmadji mengaku, bahwa pelatih telah menyodorkan programnya kepada manajemen. Suka tidak suka, manajemen harus memberikan ruang dan kebebasan bagi pelatih agar program berjalan dengan baik.

“Kita harus menghargai, pelatih sudah bikin program sudah disampaikan kepada manajemen. Sempat ada perdebatanm konflik interest yang terjadi. Subtansinya adalah program harus berjalan, dan ini sudah mulai progress,” Sudarmadji membeberkan.

(fem/fem)


NO COMMENTS