Jakarta – Ada sejumlah klub yang masih bermasalah soal penunggakan gaji pemain. PSSI dalam hal ini diminta untuk segera menuntaskannya.

Adalah Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang mengingatkan kepada PSSI untuk segera menyelesaikan sejumlah kasus penunggakan gaji pemain oleh klub. Ini setelah adanya keputusan dari Lembaga Dispute Resolution Chamber (DRC) FIFA

Dalam surat bernomor 014/LT/APPI/2017 yang ditujukan ditujukan kepada Plt Sekjen PSSI Joko Driyono, APPI meminta kepada PSSI menyorong klub segera melunasi gaji yang tertunggak kepada pemainnya.

“Melalui surat ini, kami berharap agar hal ini menjadi perhatian bagi PSSI sebagai Federasi Sepakbola di Indonesia guna menyelesaikan permasalahan ini serta menyampaikan kepada pihak klub-klub dimaksud di atas untuk melaksanakan Putusan-Putusan DRC dimaksud,” demikian bunyi surat tersebut.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sejumlah pemain melaporkan kasus penunggakan gaji yang dilakukan oleh klubnya masing-masing kepada APPI. Kasus tersebut akhirnya dibawa oleh APPI ke DRC FIFA, lembaga yang membantu menyelesaikan kasus-kasus hukum klub kepada pemain.

Salah satu pemain yang mengalami penunggakan gaji pemain adalah Shohei Matsunaga. Mantan klubnya Persegres Gresik United masih memiliki tunggakan sebesar Rp 291 juta.

Jumlah tersebut terdiri dari kekurangan uang muka 25 persen, kekurangan gaji bulan Februari 2015, dan gaji dari Maret sampai Juni. Rinciannya yaitu kekurangan uang muka Rp 110 juta dari Rp 175 juta yang dijanjikan untuk dibayar di awal.

Lalu Rp 1 juta dari gaji bulan Februari yang masih belum dibayarkan, dan Rp 180 juta, gaji dari Maret sampai Juni 2015, waktu di mana kontrak Shohei diputus.

Berikut Lima Sengketa yang Diputus DRC FIFA:

1. Pemain asal Jepang Shoei Matsunaga dengan Persegres Gresik United pada tahun 2015
2. Igor Radusinovic dengan Barito Putera pada tahun 2015
3. Evgeny Kabaev dengan Persija Jakarta pada tahun 2015
4. Josh Maguire dengan Bontang FC pada tahun 2011/2012
5. Josh Maguire dengan Persires Bali Devata pada tahun 2011

(ads/mrp)


NO COMMENTS