Manchester – Manajer Red Devils Jose Mourinho mengaku lebih baik dalam mengendalikan emosinya. Namun, dia sepertinya tak tahan untuk tak menyinggung Josep Guardiola.

Mourinho memang sulit lepas dari kontroversi. Belum genap semusim menangani MU, manajer asal Portugal itu sudah terlibat beberapa insiden yang berujung denda dan skorsing.

Kendati demikian, Mourinho berhasil membawa MU meraih dua trofi di musim ini dengan menggondol Community Shield dan Piala Liga Inggris. ‘Setan Merah’ pun masih bertahan di Eropa dengan melaju ke babak perempatfinal.

Akan tetapi, tantangan besar dihadapi MU di ajang Premier League. Pasalnya, hingga memasuki sepertiga akhir kompetisi, MU masih berada di urutan kelima dengan selisih empat poin dari The Reds di atasnya dan lima poin dari Manchester City di urutan ketiga.

Terkait Premier League, diakui Mourinho kini lebih berat daripada sebelumnya. Dalam komentarnya itu, Mourinho turut mengomentari Bayern Munich sempat dibesut Guardiola selama tiga musim, sebelum pindah ke City pada musim panas lalu.

“Di Inggris, klub-klub secara ekonomi kuat dan pasar terbuka untuk semuanya,” ucap Mourinho kepada France Football. “Ambil contoh Bayern di Jerman. Anda tahu ketika mereka mulai memenangi titel setiap tahun?

“Di musim panas sebelumnya, mereka membeli pemain terbaik Borussia Dortmund. [Mario] Goetze kemudian [Robert] Lewandowski setelahnya, kemudian [Mats] Hummels pada musim lalu,” sambung Mourinho.

“Saya, saya datang di sebuah klub yang memiliki sebuah sejarah dan gengsi yang besar. Tidak ada klub di Inggris, apakah itu Red Devils, The Reds, Manchester City bisa mendominasi selamanya. Kekuatannya merata.”

“Semuanya lebih berat: membeli, unggul, membangun kembali,” lugas dia, sebagaimana diwartakan the Guardian.

()


NO COMMENTS